Yayasan Pemimpin Muda

Yayasan Pemimpin Muda

Ahad, 29 Jun 2014

Buku Tasawuf Terbitan Sufi Muda

Resensi blog :

 "Penulis blog Sufi Muda telah berguru dengan Saidi Syeikh Haji Dermoga Barita Raja Muhammad Syukur. Ulama pewaris Nabi yang Ke-36 itu merupakan Mahaguru Saya sendiri. Setelah Beliau wafat pada 26 April 2012 yang lalu, Saya selaku murid yang telah menerima ijazah secara rasmi sebagai penerus perguruan ini oleh Ahli Silsilah yang Ke-35 melalui petunjuk mimpi pada tahun 2013, maka Saya telah meneruskan perguruan ini dengan melakukan sebuah revolusi penjenamaan semula Silsilah Perguruan dengan nama baru yang lebih segar dan mesra pengguna iaitu Aura Tareef. Ya, Saya merupakan Ahli Silsilah Presiden Aura Tareef yang Ke-37 selepas wafatnya Saidina Abu Bakar As-Siddiq. Untuk rekod, perguruan ini  telah ditukar namanya beberapa kali oleh Presidennya mengikut kesesuaian zaman dan beberapa faktor yang menepati citarasa dakwah Presiden itu sendiri. Perjuangan dakwah ini akan terus berkembang di Kuala Lumpur, Singapura, Jakarta, Australia, New Caledonia dan Argentina dalam tempoh 19 tahun bermula daripada tahun 2013. InsyaAllah, amin, amin, amin, ya robbal'alamin" - Maharaja Sufi








 Oleh : Sufi Muda

rian dmasiv

Sebuah buku yang dapat menyadarkan kita agar tetap berjalan di jalur yang benar .. bisa menjadi pedoman tambahan kita untuk bisa tetap menjaga frekuensi kita dengan Tuhan.. benar-benar buku yang sangat mencerahkan.. saya rasa wajib sekali punya buku ini..
- Rian Ekky Pradipta
(Rian d’Masiv)



kiki
Alhamdulillah. Segala Puja dan Puji hanya kepada Mu ya Allah SWT, Tuhan Yang Maha Segalanya. Terima kasih kepada Sufimuda dan semua pihak yang mendukung terbitnya Buku “Perjalanan Sufimuda”. Buku ini sangat menarik dan banyak kisah yang bisa dijadikan inspirasi untuk mewujudkan cinta kita dan untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepadaNya. Semoga buku ini bisa menjadi pedoman dalam perjalanan untuk menemukan penerang  bagi yang kegelapan, siapapun yang ingin mencari jalanNya dan menggapai Cinta dan KasihNya. Amiin Amiin Amiin
- Dwikky Aditya Marsall ( Kiki d’Masiv )
Banyak jalan menuju Tuhan. Yang pasti lebih banyak daripada jalan menujuNeo Letto Roma. Di setiap perjalanan kita akan menemukan rambu. Biasanya bersifat informasi untuk membantu lancarnya perjalanan kita. Rambu itu bisa bersifat memberi petunjuk apa yang ada di depan. Entah itu belokan tajam, resiko jalan licin, akan ada persimpangan jalan, jalan berlubang, atau bahkan memberi tahu bahwa itu jalan buntu. Pada prinsipnya, rambu adalah tambahan informasi yang sangat berharga untuk menentukan arah perjalanan selanjutnya.
Dan itu bagaimana pandangan saya melihat buku ini. Buku ini adalah kumpulan rambu-rambu. Bagaimana kita bisa ‘mengintip’ jalan yang pernah dilewati oleh penulisnya. Persimpangan-persimpangan yang dilaluinya. Tidak ada kewajiban setuju ataupun tidak setuju. Bahkan tidak ada kewajiban memahami setiap kata yang ditulisnya. Karena jika rambu itu relevan untuk perjalanan kita otomatis akan ada persambungan-persambungan yang tak terduga.
Betapa luasnya peta jalan menuju Tuhan. Buku ini menambah rambu-rambu dan jalan-jalan pada peta itu. Dan semakin lengkap peta, semakin tahu kita berada dimana dan harus berjalan kemana. Seperti ketika melihat peta, tidak semua jalan harus dilewati. Tidak ada jalan yang sesat, tidak ada jalan yang tidak sesat. Ia hanya peta, peta tak menyesatkan. Yang berjalan lah yang bisa tersesat. Bukan petanya.
Jadi, baca bukunya, kenali rambunya, lengkapi ‘peta’mu dan berjalanlah menuju Roma. Eh, maksud saya, Allah SWT.
- Sabrang Mowo Damar Panuluh ( Noe Letto )
“ Spektakuler,…., sangat mencerahkan, bahasanya sederhana, simple, tanpa kesan menggurui, tapi intisarinya menghentak,…tajam,…menghunjam tepat dijantung kesadaran berfikir dan bertindak kita, membuat kita tertegun merenung, apakah kita sudah berbagi, apakah kita sudah menebar cinta dan kebaikan tanpa batas dibumi?. Apakah kita sudah mencintai yang sebenar-benarnya harus dicintai?. Kalimat-kalimat Sufi Muda ini menyadarkan kita, bahwa dalam keseharianpun, jika hati kita penuh cinta dan selalu bersama sang pemilik Cinta, maka dunia terjaga dari kekecauan-kekacauan”.
Buku ini sangat layak dimiliki dan dibaca oleh siapa saja, apapun agamanya, apapun profesinya, anak muda, dewasa bahkan orang tua. Betapa tidak, pesan-pesan moral yang terkandung didalamnya telah mencairkan ketegangan hubungan antar manusia yang belum tuntas dalam dekade-dekade peradabannya, kehadiran buku Sufi Muda ini juga telah membelah ketersekatan manusia menjadi garis-garis pelangi indah yang merentang panjang, melewati khatulistiwa, melintasi seluruh bagian bumi , kehadirannya benar-benar melengkapi tenunan-tenunan Cinta Sang Maha Pengasih di jagad semesta”.
“ Ingat,…dengan memiliki dan membaca buku ini,…maka anda adalah  penabur benih kebaikan  yang akan dituai umat manusia dalam kolam kedamaian…”
(T. Muhammad Jafar, MA, Dosen IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, tmjafar.sabang@gmail.com)
Tidak banyak buku yang memberikan pencerahan dengan pendekatan-pendekatan tasawuf. Karena tidak banyak buku seperti ini, maka menarik untuk dibaca, dipahami dan dihayati. Pengalaman rohani seseorang tentunya bukanlah didasarkan karena umur yang lebih tua, nasab yang terhormat, atau karena basic sekolah yang tinggi atau yang lainnya. Namun kekayaan pengalaman rohani semata-mata adalah karena rahasia dan ridha Allah semata, yaitu dengan melalui riyadah dan mujahadah.
Banyak orang sudah berumur tua, namun tidak juga “tua” rohaninya, hingga ia seperti tebuh tua yang “sepah”, tidak ada manisnya lagi. Sebaiknya umur yang makin menua, makinlah terus menanjak menuju tangga-tangga kesejatian diri, hingga ia seperti tebuh tua yang “sepuh”, yang manis rasanya.
Penulis buku “sufi muda” ini ingin mengajak para pembaca untuk lebih mengenal Tuhan lebih dekat dan lebih dekat lagi dengan mengenali jati diri munusia itu sendiri. Membaca buku ini merupakan kewajiban buat saya.
Andi Wahyudi Lc. MA. ,Penulis buku-buku Filsafat dan Tasawuf, Alumnus Al-Azhar Kairo Mesir, tenaga pendidik dan KABID LITBANG Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan)
” Aww. Sebelumnya saya mhn maaf. Setelah saya memba ca buku perjalanan sufimuda, ternyata cukup banyak yg bisa diambil manfaatnya dan contoh teladan yg sebelumnya belum saya dapati. Semakin kita baca semakin menarik sehingga saya lupa sudah 2 jam lebih saya baca. Trims. Pak Bahtiar di lueng putu. Pidie jaya.”
Pak Bakhtiar, kepala sekolah MAN Pesantren Jeumala Amal Lueng Putu, Pidie, Aceh 085277416xxx)

Bukunya ok banget…bikin lagi ya tulisan2 baru nya sampaikan ke sufimuda..easy reading mantaaap”
(Yayat Hendrayana, karyawan PT.Bukaka Teknik Utama cibubur Jakarta, 081324072xxx)
“.Cerita dari buku ini sangat menarik…sampaikan salam hormat..untuk.  sufimuda..ditunggu. buku2 berikutnya”
Kuresmiati Permata Puri, 082122100xxx
” o iya maaf, sy lupa. maklum udh tdk sabar mau baca. klu tdk salah hampir 4 th sy slalu mengikuti/m’baca artikel2 sufimuda. ingin skli sy berknlan dgn beliau. Sy yg msh sngt awam merasa ada beda paparan tasawuf antara org yg hny skdr mengilmui tasawuf dgn praktisi tarekat. jk sy tdk bs jd muridnya sy harap dan berdo’a smg kelak anak sy yg jd muridnya. Salam tuk bang sufimuda. maaf tlalu panjang smsnya.”
Kusfriadi, Kalimantan, 085654472xxx
” Alhamdulillah pesanan buku sudah saya terima dengan baik. Semoga penuh berkah dan menjadi pencerah serta menjadi penyemangat pencari jalan tasawuf di Indonesia. Amin… Wassalamualaikum wr.wb.”
Bakti Wiwoho, Bekasi 081514281xxx
Assalamualaikum wr. Wb. Maaf mengganggu. Sekedar info, Alhamdulillah paket 16 buku sufimuda sudah saya terima. Ternyata kurang buku yang pesan, saya mau pesan 20 buku pak. Insya Allah besok sy transfer. Tks &wass
(Teguh Pribadi, 081219062xxx)
Saya mengucapkan terimakasih yang mendalam kepada para sahabat yang telah memesan dan membaca buku sufimuda dan terimakasih juga atas tanggapan yang positif terhadap buku tersebut. Buku yang lahir atas saran dari para sahabat pembaca sufimuda dan ini yang mendorong saya semangat untuk mewujudkan buku tersebut. Kami mohon maaf kepada semua, buku  yang rencana semula tanggal 1 Juli sudah ada diseluruh toko buku ternyata tidak bisa diwujudkan karena buku ini sudah habis di pesan pada saat selesai dicetak, ini diluar perkiraan kami. Buku Perjalanan sufimuda dengan tanpa kesengajaan dicetak pada malam mulia yaitu malam Isra Mikraj tanggal 27 Ra’jab dan selesai pada tanggal 16 Juni yang lalu. KemudianTanggal 19 Juni buku ini mulai dikirim ke alamat para pemesan.
Buku sufimuda cetakan perdana bisa dipastikan habis terjual semua dan direncanakan akan dicetak ulang, ada beberapa penyempurnaan desain cover dan desain isinya dan kami belum bisa memastikan tanggal cetak ulang kemungkinan di atas tanggal 20 Juli. Saat ini informasi yang kami terima buku cetakan perdana tinggal 115 buku lagi, bagi yang berminat silahkan memesan via sms ke 0878 6923 5777
Silahkan kirim tanggapan positif anda terhadap buku “Perjalanan sufimuda, menemukan Tuhan dalam Keseharian”, bisa langsung via sms ke 0878 6923 5777 atau melalu email sufimuda@gmail.com.
Semoga buku ini memberikan manfaat dan memberikan semangat kepada semua dalam melakukan perjalanan menuju kehadirat Allah swt. Bagi yang ingin memiliki bukunya silahkan dipesan sekarang juga via sms ke 0878 6923 5777.
Semoga Allah selalu menuntun dan membimbing kita semua ke jalan-Nya, Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Tiada ulasan: